Praktik pengasuhan anak yang baru dan unik mulai berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah orang tua baru. Berikut ini adalah 12 tren pengasuhan anak teratas pada tahun 2022.
1. Pemanfaatan Teknologi
Hidup kita menjadi jauh lebih mudah berkat teknologi, terutama bagi para orang tua yang bekerja. Meskipun sebagian dari kita enggan mengakuinya, menyalakan acara televisi favorit anak-anak atau daftar putar YouTube mungkin membuat mereka sibuk untuk waktu yang cukup lama. Para orang tua dapat menyelesaikan tugas-tugas di sekitar rumah, seperti mengerjakan tugas-tugas rumah, sementara anak-anak mereka asyik bermain dengan perangkat mereka. Selain itu, banyak orang tua sekarang menggunakan teknologi untuk mendidik anak-anak mereka. Anak-anak dapat belajar menulis, membaca, dan mengucapkan kata-kata menggunakan berbagai aplikasi bermanfaat yang cocok untuk pengguna muda.
2. Acara pengungkapan jenis kelamin
Pesta pengungkapan jenis kelamin bayi adalah acara kumpul-kumpul yang diadakan selama kehamilan untuk memberi tahu calon orang tua, orang-orang yang mereka sayangi, dan teman-teman tentang jenis kelamin bayi. Pesta semacam itu semakin populer selama beberapa tahun terakhir. Orang tua senang menyambut kehidupan baru dengan cara yang baru dan berbeda dari acara-acara sebelumnya.
3 – Mengabadikan semua momen anak Anda di Instagram.
Sejak anak-anak mereka lahir, orang tua masa kini gemar mendokumentasikan setiap momen anak-anak mereka. Banyak orang tua yang membuat akun Instagram untuk anak-anak mereka guna melacak perkembangan mereka. Kemajuan teknologi telah membuat momen-momen spesial menjadi lebih mudah dan nyaman untuk diabadikan; cukup dengan jepretan cepat di ponsel, Anda dapat melihat foto-fotonya secara langsung.
4 – Membiasakan diri dengan waktu menonton layar
Anak-anak kini terpapar pada perangkat seluler, internet, dan media sosial di usia yang lebih dini berkat kemajuan teknologi. Di masa lalu, orang tua akan membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar dan melarang mereka menghabiskan terlalu banyak waktu menonton TV, bermain gim video, atau menggunakan ponsel. Namun, sejak saat itu, banyak hal telah berubah, dan kini semuanya tersedia secara daring. Lebih dari sebelumnya, sekolah-sekolah mempromosikan pembelajaran daring dan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum mereka. Sejak epidemi, telah terjadi peningkatan dramatis dalam penggunaan teknologi di sekolah. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk mengendalikan waktu anak-anak di depan layar di era sekarang.
5. Ayah mengambil alih.
Ayah dari anak-anak warga negara yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2017, telah diberi hak cuti ayah selama dua minggu yang dibayar pemerintah, menurut Kementerian Singapura. Selain itu, dari waktu ke waktu, para ayah lebih terlibat dalam membesarkan anak-anak mereka. Hal ini mengarah pada kecenderungan ke arah kesetaraan gender dalam pengasuhan keluarga. Para ayah melangkah maju dan mengambil peran yang lebih besar daripada sebelumnya berkat negara dan pola pikir modern.
6. Makan lebih baik
Dengan bantuan suplemen, olahraga, dan nutrisi, kita telah belajar cara menjaga kesehatan selama bertahun-tahun. Ini juga merupakan salah satu tren pengasuhan anak yang berkembang dari waktu ke waktu untuk mendorong konsumsi makanan yang lebih sehat. Diperkirakan bahwa pasar global untuk merek makanan yang lebih sehat akan tumbuh sebesar 6% dan masih terus tumbuh.
7. Perubahan dalam kehidupan profesional dan pribadi orang tua.
Selama bertahun-tahun, kedua orang tua bergantian membesarkan anak-anak mereka. Para ayah kini didorong dan diberi kesempatan di tempat kerja untuk mengasuh anak-anak mereka bila diperlukan. Beberapa pengusaha bersikap akomodatif dalam hal mengizinkan pekerja bekerja dari rumah jika keluarga mereka membutuhkan bantuan tambahan di rumah. Lebih jauh lagi, keterlibatan para ayah dalam kehidupan anak-anak mereka sama pentingnya dan berharganya dengan keterlibatan para ibu.
8 – Membiarkan anak-anak mengalami pengalaman
Orang tua mengenalkan berbagai macam pengalaman kepada anak-anak mereka saat mereka masih kecil karena mereka menyadari betapa kompetitifnya masyarakat seiring berjalannya waktu. Misalnya, mengajak mereka bertamasya atau mengajari mereka olahraga baru. Anak-anak mereka akan mendapatkan manfaat dari pengenalan dini terhadap minat mereka berkat hal ini. Selain itu, mereka juga terhindar dari kehilangan kesempatan untuk mengalami hal-hal penting ini. Saat mereka mengenal pengalaman-pengalaman ini saat mereka masih kecil, mereka menjadi lebih terinformasi dan berpengetahuan tentang hal-hal tersebut, yang merupakan hal yang baik untuk dimiliki.
9 – Orangtua baru yang sudah lanjut usia
Usia rata-rata orang tua yang baru pertama kali memiliki anak terus meningkat dari waktu ke waktu. Di Singapura, orang tua yang baru pertama kali memiliki anak kini biasanya berusia antara 30 dan 36 tahun, naik dari 21 menjadi 26 tahun yang lalu. Menurut hasil survei, baik pria maupun wanita di Singapura mempertahankan status lajang mereka lebih lama. Akibatnya, baik pria maupun wanita menjadi lebih tua saat mereka menjadi orang tua untuk pertama kalinya.
10. Mengenali kegagalan
Seiring berjalannya waktu, orang tua sudah tidak lagi menekan anak-anak mereka untuk meraih kesuksesan di usia muda. Khususnya di Singapura, anak-anak muda berada di bawah tekanan yang sangat besar dan kuat untuk meraih kesuksesan. Meskipun budaya dan masyarakat Singapura sangat menekankan hasil akhir, hal ini mulai berubah. Saat ini, orang tua lebih bersedia menerima konsep "kegagalan" dan menyadari bahwa hal itu pada akhirnya membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi orang yang lebih baik.
11 – Memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang anak-anak
Saat ini, orang tua memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pendidikan anak-anak mereka. Orang tua menghabiskan waktu untuk mengenal anak-anak mereka daripada menegur dan membentak mereka. Orang tua menjadi lebih reseptif terhadap ide, perasaan, dan pendapat anak-anak mereka. Berbeda dengan masa lalu, orang tua saat ini sering menggunakan agresi dan kekerasan untuk membantu anak-anak mereka memahami dan tumbuh. Namun, seiring berjalannya waktu, generasi milenial menyadari bahwa ada strategi pengasuhan anak yang efektif dan bahwa ini bukanlah satu-satunya cara untuk membesarkan anak.
12 – Interaksi tanpa filter di media sosial
Saat ini, media sosial dan budaya di sekitarnya diperkenalkan kepada anak-anak di usia yang lebih muda. Hal ini terutama berlaku mengingat bagaimana masyarakat telah berubah seiring waktu. Karena media sosial tidak dapat dihindari, orang tua kini harus menemukan metode alternatif untuk mendidik anak-anak mereka, seperti melakukan pembicaraan tanpa filter. Orang tua belajar untuk menjadikan rumah mereka sebagai lingkungan yang aman di mana anak-anak mereka dapat mengobrol dan mengeksplorasi topik-topik yang sulit. Obrolan yang tidak dipoles ini terkadang dapat menyentuh topik yang sangat sensitif termasuk masalah harga diri, citra tubuh, dan kesehatan mental.