Rekomendasi penulisan resume yang dipublikasikan di internet biasanya bersifat subjektif dan ambigu, dan akibatnya, rekomendasi tersebut mungkin berguna atau mungkin tidak berguna dalam proses pembuatan resume yang mengesankan yang akan menarik perhatian calon pemberi kerja. Setelah meninjau lebih dari 125,000 resume, seorang analis bernama Austin Belcak menerbitkan sebuah makalah pada tahun 2021 yang didasarkan pada temuannya. Dalam hal resume yang menghasilkan panggilan balik dari pemberi kerja, ia menemukan beberapa pola dan fitur menarik yang perlu diperhatikan.
Berikut adalah lima poin utama:
# 1. Profil LinkedIn seorang ahli
Kandidat dengan profil LinkedIn memiliki peluang 71% untuk mendapatkan wawancara. Jadi, jika halaman LinkedIn Anda tidak terkini atau profesional, sembunyikan di CV Anda.

# 2. Gunakan Kata Kunci yang Tepat
Ini penting saat melamar secara online karena beberapa bisnis menggunakan kata kunci untuk menyaring kandidat yang berpotensi rendah. Artinya, jika resume Anda tidak mengandung kata kunci yang dicari sistem, resume tersebut akan otomatis ditolak. Pertimbangkan kata 'pemasaran' dalam peran pemasaran sebagai ilustrasi dari apa yang mungkin dicari sistem.
Deskripsi pekerjaan rata-rata memiliki 43 kata kunci, tetapi kandidat hampir tidak menggunakan setengahnya dalam resume mereka. Menurut penelitian, kata kunci yang paling sering hilang adalah bakat keras dan lunak yang terkait dengan deskripsi pekerjaan. Perlu dicatat, memaksakan diri untuk memasukkan setiap kata kunci bukanlah pendekatan yang baik. Anda tidak perlu memasukkan semua 43 kata kunci dalam pencarian Anda. Sertakan sebanyak yang Anda bisa tanpa terlihat kaku.
# 3. Sertakan hasil yang terukur
Menurut Austin Belcak, metrik yang terukur meningkatkan hasil resume, tetapi hanya 64% kandidat yang menyertakannya. Perusahaan menyukai metrik karena metrik membuat konsep nilai lebih mudah dipahami dan dikuantifikasi.
Ingatlah untuk menyertakan berbagai metrik dalam resume Anda agar menonjol di antara yang lain. Misalnya, meningkatkan partisipasi media sosial sebesar 30% dalam waktu seminggu setelah mulai bekerja.
4. Usahakan resume Anda terdiri antara 475–600 kata.
TalentWorks menemukan bahwa resume dengan jumlah kata antara 475 dan 600 kehilangan dampak yang cukup besar. Resume dengan jumlah kata yang direkomendasikan mendapatkan dua kali lebih banyak wawancara dibandingkan dengan resume tanpa jumlah kata yang direkomendasikan.
Untuk posisi senior, resume sebaiknya berisi antara 800-1000 kata, tetapi untuk posisi tingkat pemula, batasi antara 475-600 kata. Sebanyak 77% kandidat melaporkan bahwa mereka memiliki keunggulan kompetitif dengan jumlah kata dalam kisaran yang dapat diterima.

5. Hindari kalimat pengisi, klise, dan jargon.
Banyak pakar terkemuka sepakat bahwa resume yang menggunakan kata-kata klise dan jargon akan membuat kandidat tidak tertarik. Perekrut menemukan kata kunci dan klise yang sama puluhan kali saat meneliti resume untuk mengidentifikasi kandidat. Menurut hasil survei, kata-kata tersebut muncul dalam 51% resume.
Ini adalah kesalahan umum di antara pelamar kerja pertama kali. Wajar untuk ingin mempromosikan diri sebagai sosok yang menarik dan berharga, tetapi jargon dan kata-kata yang tidak perlu hanya akan melemahkan pesan Anda dan membingungkan CV Anda. Dalam resume, fokuslah pada pengalaman dan pencapaian Anda, bukan kepribadian atau proses berpikir Anda.
Lakukan riset tentang teknik wawancara untuk membantu Anda menampilkan diri secara lebih efektif dan mempersiapkan diri untuk wawancara di masa mendatang. Lakukan! Anda mampu! Demi kenyamanan Anda, kami juga telah menyertakan rekomendasi wawancara Silakan baca artikel kami sebelumnya untuk Anda renungkan.