Berbeda dengan 70 tahun yang lalu, ketika pola pengasuhan otokratis umum terjadi, saat ini tidak demikian. Anak-anak yang tidak mematuhi aturan ketat yang ditetapkan oleh orang tua mereka dan dihukum karena tidak melakukannya, sulit untuk diasuh.
Digitalisasi jelas telah memengaruhi pola pengasuhan anak. Kita tidak bisa membantu anak-anak kita mengatasi pubertas ketika mereka memiliki akses ke media sosial, pornografi, dan konten kekerasan. Sekalipun kita tidak bisa menjadi orang tua yang hebat, kita dapat melindungi anak-anak kita dari bahaya dunia digital.
Modeling
Anda tidak harus menjadi panutan untuk menjadi orang tua yang baik, tetapi Anda harus memberi contoh. Persepsi membentuk perilaku anak-anak, terutama di tahun-tahun awal mereka. Jadi, jika Anda ingin orang bertindak, Anda harus menunjukkannya kepada mereka.

Anda tidak hanya harus menetapkan batasan untuk penggunaan teknologi anak-anak Anda, tetapi juga untuk diri Anda sendiri. Sulit untuk menghindari TV sambil terus-menerus memeriksa Facebook. Itu tidak adil. Sebagai gantinya, ajak mereka jalan-jalan atau piknik, bacakan buku untuk mereka, atau daftarkan mereka dalam program sukarelawan yang mengajarkan empati dan kasih sayang.
Konseptualisasi
Mengasuh anak di era digital berarti mengikuti perkembangan zaman. Media digital memiliki dampak positif dan negatif pada anak-anak. Kuncinya adalah orang tua harus cukup fleksibel untuk menawarkan apa yang dibutuhkan anak-anak mereka. Meskipun kami memahami bahwa beberapa orang tua mungkin kesulitan dengan teknologi, kami percaya bahwa orang tua harus aktif terlibat dalam perkembangan anak-anak mereka.
Hukuman?
Meskipun sebagian orang tua percaya bahwa menghukum anak adalah pendekatan yang efektif untuk mengajarkan kerja sama, banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan kekerasan justru dapat membahayakan anak. Satu-satunya solusi adalah memukuli anak Anda. Orang dewasa dapat menggunakan kekerasan verbal dan fisik untuk menyelesaikan konflik.
Mengajari anak-anak Anda mana yang benar dan mana yang salah di dunia di mana mereka lebih mempercayai internet daripada Anda bisa menjadi tantangan. Adakah jalan keluar? Anda mungkin ingin mencoba disiplin positif. Sebuah sistem yang melatih anak-anak untuk menghadapi rintangan dengan tenang dan bijaksana. Ketika seorang anak melakukan kesalahan, jelaskan mengapa itu salah dan sarankan solusi yang lebih baik. Cara ini lebih demokratis, tidak merendahkan anak, dan bermanfaat bagi anak Anda.
Hubungi anak Anda
Sebagian besar waktu, anak-anak dan remaja berbondong-bondong menggunakan teknologi karena orang tua mereka sulit dijangkau. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak Anda, tanyakan tentang hari mereka, dan berikan pelukan dan ciuman. Sentuhan emosional penting untuk perkembangan mental dan fisik anak Anda.
Jika Anda ingin mengetahui tentang kehidupan percintaan, teman, atau aktivitas mereka saat ini, ajak mereka mengobrol. Mereka perlu mempercayai Anda sebelum mereka dapat terbuka. Anda mungkin perlu bersabar, tetapi tetaplah mendukung. Cara menangani kencan pertama dan patah hati pertama anak Anda dapat ditemukan di sini.

Pemantauan
Aturan pengasuhan yang sama berlaku di dunia nyata dan dunia maya. Anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka akan selalu melakukan kesalahan dengan media. Berempati terhadap kesalahan mereka dan ubahlah menjadi kesempatan belajar. Sexting, perundungan, dan penyebaran foto yang menunjukkan perilaku menyakiti diri sendiri adalah tanda bahaya. Orang tua harus memantau aktivitas internet anak-anak mereka dengan cermat, termasuk platform, aplikasi, dan situs web yang mereka gunakan. Sangat penting juga untuk mengetahui teman-teman online dan offline anak-anak Anda.

Mengingat bahwa tidak semua aplikasi bersifat "edukatif," orang tua harus membaca ulasan dan menyaringnya sebelum mengizinkan anak-anak mereka menggunakannya. Orang tua juga harus menggunakan kontrol orang tua pada perangkat mereka untuk memblokir akses ke situs atau aplikasi apa pun yang mereka yakini berbahaya bagi anak-anak mereka.
Jangan Bandingkan
“Dulu aku bisa. Kenapa tidak?” Tidak ada alasan mengapa kamu tidak bisa bekerja sekeras kakakmu. Masyarakat kita penuh dengan perbandingan karena ekspektasi kita terhadap perkembangan anak-anak kita. Meskipun kita semua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, mereka tidak boleh dipaksa untuk berkembang di bidang yang tidak mereka minati hanya untuk menyenangkan putri orang lain.
Kita tidak bisa menghentikan kemajuan dunia; kita hanya bisa beradaptasi dan menjadi orang tua yang hebat. Orang tua yang kurang paham teknologi harus belajar untuk berpartisipasi dalam kehidupan anak-anak mereka. Bahkan, informasi yang tepat dapat membantu anak Anda belajar dengan lebih sukses.
